Keterangan Kapolda Jawa Timur Saat Terjadi Kerusuhan Usai Pertandingan Arema Malang VS Persebaya Surabaya

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:45 WIB
Kerusuhan Usai Pertandingan Arema Malang VS Persebaya Surabaya  (Istimewa )
Kerusuhan Usai Pertandingan Arema Malang VS Persebaya Surabaya (Istimewa )

LihatJambi.com - Dikabarkan, setidaknya ada 127 orang meninggal dunia dan 180 orang dirawat akibat kerusuhan usai pertandingan Arema Malang vs Persebaya Surabaya pada Sabtu malam (01/10/22).

Kerusuhan usai pertandingan Arema Malang vs Persebaya Surabaya ini terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada laga BRI Liga 1 dengan hasil Arema FC vs Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 2-3.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyatakan bahwa kerusuhan itu bermula ketika sekitar tiga ribu suporter turun ke lapangan pasca pertandingan.

Baca Juga: Sikap Presiden Jokowi Langsung Hentikan Liga 1 Indonesia Pasca Tragedi Arema Malang VS Persebaya Surabaya

Menurutnya, mereka tidak puas dengan kekalahan tim kesayangannya di kandang sendiri.

“Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan,” kata Nico dalam konferensi pers Ahad, 2 Oktober 2022.

Para suporter Arema FC itu disebut berupaya mencari pemain dan ofisial.

Baca Juga: Hari Kopi Internasional, Provinsi Jambi Pernah Jadi Tuan Rumah Tingkat Nasional dan Raih Rekor MURI

Melihat kondisi itu, menurut Nico, petugas keamanan berupaya melakukan pencegahan agar para suporter tidak mengejar pemain dan ofisial.

Halaman:

Editor: Alpin Rahman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X